Rugi Massif dan Penjualan Runtuh, Fundamental GGRP Terpuruk
Investment Thesis
PT Gunung Raja Paksi mengalami krisis bisnis parah di 2025. Penjualan anjlok 78% dalam 3 tahun ke Rp3,1 triliun, marjin kotor minus 12,5%, dan rugi bersih Rp607 miliar. Utang sangat rendah tapi tidak cukup menyelamatkan kinerja.
Tren Fundamental
- Penjualan: Runtuh drastis dari Rp14,1T (Q4 2022) ke Rp3,1T (Q4 2025)
- Profitabilitas: Laba bersih dari untung Rp2T (2024) jadi rugi Rp607B (2025)
- Marjin: Gross profit margin negatif (-12,5%) artinya jualan di bawah harga pokok
- ROE: Dari positif 2% jadi minus 7,1%
Insight Valuasi
- PER: -6,2x (negatif karena rugi)
- PBV: 0,35x vs rata-rata 0,45x, tapi aset mungkin sudah terlalu tinggi tercatat
- Model valuasi beda jauh, menandakan ketidakpastian ekstrem
Kekuatan & Risiko
Kekuatan:
- Utang DER hanya 0,01x (sangat aman)
- Likuiditas kuat (current ratio 4,8x)
- Ekuitas masih Rp10,9 triliun
Risiko:
- Bisnis inti rusak: Marjin negatif fatal
- Penumpukan inventory: Indikasi permintaan lemah
- Tidak ada dividen: Tidak menghargai investor
- Konsistensi laba hanya 1,5%
Kesimpulan
GGRP dalam kondisi distres mendalam. Harga di bawah nilai buku tak cukup menarik karena fundamental hancur. Hanya untuk spekulan berisiko tinggi.