Valuasi Murah tapi Profitabilitas Menurun, Utang Masih Tinggi
Analisis Singkat JSMR: Valuasi Terendah tapi Laba Tersudut
Tren Pendapatan dan Laba
- Pendapatan Q4 2025 Rp 29,9 triliun, turun dari Rp 31,8T di Q4 2024
- Laba bersih Q4 2025 Rp 4,8 triliun, turun dari Rp 5,6T di Q4 2024
- Marjin bersih turun dari 17,6% ke 16,1% - profitabilitas terus menurun
Kondisi Keuangan
- Utang terhadap ekuitas (DER) membaik ke 2,1x dari puncak 3,4x (2020)
- Tapi masih di atas level sehat (< 2x)
- Arus kas operasi positif Rp 5,7T, tapi arus kas bebas (FCF) negatif karena capex besar
- Efisiensi aset menurun: Asset Turnover turun dari 0,5 ke 0,19
Valuasi vs Historis
- PER saat ini 6,9x - sangat murah vs rata-rata 10,1x
- PBV 0,69x - di bawah rata-rata 1,09x
- Margin of safety 46-57% menunjukkan potensi upside
- Tapi valuasi murah mencerminkan fundamental yang melemah
Kekuatan Utama
- Dominasi bisnis jalan tol (monopoli alami)
- Aset infrastruktur strategis dan tangible
- Arus kas operasi konsisten positif
- Rasio utang mulai membaik
Risiko Utama
- Profitabilitas menurun: ROE turun dari 20% ke 15%
- Utang masih tinggi: DER 2,1x masih berisiko
- Capex besar: FCF negatif, bergantung pada pendanaan eksternal
- Sensitif ekonomi: Volume lalu lintas terpengaruh kondisi makro
Kesimpulan JSMR diperdagangkan di valuasi terendah dalam lima tahun terakhir. Meski valuasi menarik, fundamental menunjukkan pertumbuhan melambat dan profitabilitas menurun. Utang masih tinggi meski membaik. Cocok untuk investor value dengan toleransi risiko tinggi dan horizon panjang, sambil monitor perbaikan marjin dan efisiensi aset.