Fitur baru: KSEI Ownership Analytics — cek kepemilikan emiten, investor, dan konglomerat. Coba sekarang →
Q4 2025

KIJAPT Kawasan Industri Jababeka Tbk

Valuasi PBV Menarik, tapi Risiko Volatilitas Laba Tinggi

Executive Summary

KIJA menunjukkan tren pendapatan yang tumbuh dari Rp 460 Miliar (2008) menjadi Rp 4,9 Triliun (Q3 2025) dengan aset yang kini mencapai Rp 14,7 Triliun. Namun, laba bersih sangat fluktuatif dengan periode rugi besar di 2018 dan 2020, serta ROE yang bervariasi dari negatif hingga 20,7%.

Tren Pendapatan & Profitabilitas

  • Pendapatan: Tumbuh 10x lipat dalam 17 tahun, tapi pertumbuhan tidak konsisten dengan penurunan signifikan di 2017-2019 dan 2020-2021
  • Laba Bersih: Sangat volatile, dari tertinggi Rp 1,1 Triliun (Q1 2025) hingga rugi Rp 692 Miliar (Q1 2020)
  • Margin: NPM bervariasi drastis dari -32% hingga 29%, menunjukkan sensitivitas terhadap kondisi pasar

Kondisi Keuangan

  • Utang (DER): Meningkat dari 0,56 (2008) menjadi 0,73 (Q3 2025), masih dalam level wajar dan menurun dari puncak 1,06 (Q1 2020)
  • Likuiditas: Rasio lancar kuat di 6,0x (Q3 2025), arus kas operasi positif Rp 2,2 Triliun
  • Arus Kas: OIR (operating/investing) kuat di 4,47x, menunjukkan kemampuan self-funding investasi

Valuasi

  • PBV: Saat ini 0,71x, di atas band rata-rata 0,61x tapi masih dalam range wajar (+1 SD = 0,69x)
  • PER: 28,2x, menunjukkan harga cukup mahal dibanding laba
  • FCF Yield: Sangat atraktif di 39,2%, menarik bagi value investor

Kekuatan & Risiko

Kekuatan:

  • Posisi dominan di kawasan industri
  • Arus kas operasional kuat dan DER menurun

Risiko:

  • Volatilitas laba ekstrem, profitabilitas tidak konsisten
  • ROE saat ini hanya 12,9%, di bawah target investasi berkualitas

Kesimpulan

KIJA menawarkan valuasi PBV menarik dengan arus kas kuat, tapi risiko fluktuasi laba tinggi. Cocok untuk investor yang bersedia menanggung volatilitas demi potensi value recovery.