Fitur baru: KSEI Ownership Analytics — cek kepemilikan emiten, investor, dan konglomerat. Coba sekarang →
Q4 2025

MMLPPT Mega Manunggal Property Tbk

Pertumbuhan Lambat, Valuasi Mahal, dan Laba Menurun

Investment Thesis

MMLP menunjukkan pertumbuhan pendapatan sangat lambat di sektor properti, tapi labanya sangat tidak stabil dan baru-baru ini turun tajam. Saham ini sangat mahal dengan PER 58,82x (jauh di atas rata-rata 22x), meskipun dijual di bawah nilai buku. ROE sangat rendah (4,22%) menunjukkan perusahaan kurang efisien menghasilkan keuntungan. Hati-hati berinvestasi karena sebagian besar kriteria investor kelas dunia tidak terpenuhi.

Tren Fundamental

Pendapatan: Naik sangat pelan dari Rp 325 miliar (Q1 2022) jadi Rp 352 miliar (Q3 2025), hanya 2-3% per tahun.

Laba Bersih: Sangat fluktuatif. Setelah rugi di 2020-2021, laba sempat pulih, tapi terus menurun sepanjang 2023. Kuartal terbaru Q3 2025 hanya Rp 71,7 miliar, turun drastis dari Rp 252 miliar di kuartal sebelumnya.

Margin Operasi: Masih kuat di 57%, artinya bisnis inti masih menghasilkan uang.

Utang: Rasio utang terhadap ekuitas (DER) 0,34x masih aman, tapi naik dari tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi Keuangan

Aset Rp 6,56 triliun, Ekuitas Rp 4,77 triliun. Arus kas operasi positif Rp 103 miliar di Q3 2025, tapi ROE hanya 4,22%, sangat rendah. Ini artinya setiap Rp 100 modal cuma menghasilkan Rp 4,2 keuntungan.

Valuasi

Sangat Mahal:

  • PER 58,82x (rata-rata: 22x) = lebih dari 2 kali lipat!
  • PBV 0,83x di bawah nilai buku, tapi ini wajar karena profit rendah

Kekuatan & Risiko

Kekuatan:

  • Pendapatan stabil
  • Margin operasi tinggi
  • Arus kas operasi positif

Risiko Utama:

  • Profitabilitas sangat rendah (ROE 4,22%)
  • Laba sangat volatil dan turun tajam
  • Valuasi sangat mahal (PER 58x)
  • Gagal kriteria investor terkenal (Piotroski, Graham, Buffett)
  • Utang cenderung naik

Kesimpulan

MMLP kurang menarik untuk investor ritel. Pertumbuhan lambat, profit rendah, dan harga mahal membuat risiko tinggi. Meski di bawah nilai buku, ini karena kemampuan bisnis yang lemah. Cari alternatif properti lain dengan ROE dan valuasi lebih baik.