OMED: Bisnis Sehat, Tapi Harganya Mahal
Kinerja Terbaru (Q4 2025)
- Pendapatan: Rp 2,06 triliun, tumbuh 7% dari tahun lalu
- Laba Bersih: Rp 369 miliar dengan margin 17,9% (cukup tinggi)
- ROE: 14,2% - stabil di level dua digit
Tren Pertumbuhan (2022-2025)
- Pendapatan tumbuh 5,8% per tahun (CAGR) - cenderung melambat
- Laba tumbuh 8,4% per tahun (CAGR) - masih sehat
- Margin Kotor: Naik dari 32,4% ke 34,8% - efisiensi meningkat
- Utang sangat rendah: DER 0,07x (sangat konservatif)
Kondisi Keuangan: Sangat Kuat
- Arus Kas Operasi: Rp 395 miliar di Q4 2025 (positif konsisten)
- Interest Coverage: 21,9x - sangat aman bayar bunga
- Rasio likuiditas sehat: Current Ratio 10,4x
- Tidak ada risiko likuiditas
Valuasi: Mahal vs Historis
- PE saat ini 18,4x vs rata-rata 12,3x (lebih mahal 49%)
- PB saat ini 2,49x vs rata-rata 1,59x (lebih mahal 56%)
- Margin of Safety: Negatif (-3% hingga -43%) - harga di atas nilai wajar
Kekuatan & Risiko Utama
Kekuatan: ā Profitabilitas sehat (NPM ~18%) ā Struktur modal sangat konservatif ā Arus kas operasi kuat & konsisten ā Rutin bagi dividen 5 tahun terakhir
Risiko: ā ļø Valuasi tinggi, potensi koreksi harga ā ļø Pertumbuhan revenue & laba melambat ā ļø Tidak lulus kriteria value investor (Graham, Buffett) ā ļø ROE dinilai rendah (kurang dari 15%)
Kesimpulan
OMED punya fundamental kuat dengan profitabilitas stabil dan utang minimal. Namun, harganya sudah mahal dibanding nilai wajar. Cocok untuk investor yang mencari perusahaan stabil, tapi perlu hati-hati dengan risiko koreksi. Pertimbangkan untuk menunggu harga lebih menarik sebelum masuk.