Fitur baru: KSEI Ownership Analytics — cek kepemilikan emiten, investor, dan konglomerat. Coba sekarang →
Q4 2025

ADMRPT Adaro Minerals Indonesia Tbk

Laba Terjun Bebas, Utang Naik Tajam, Valuasi Mahal

Tren Utama: Profitabilitas Melemah, Pertumbuhan Berhenti

ADMR mengalami perlambatan pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2025:

  • Pendapatan Q4 2025: Rp 16,0 triliun, turun 12% dari tahun sebelumnya (Rp 18,3 triliun)
  • Laba bersih Q4 2025: Rp 4,35 triliun, anjlok 37% dari tahun sebelumnya (Rp 6,89 triliun)
  • Margin laba bersih: Turun drastis dari 37,7% (Q4 2024) menjadi 27,2% (Q4 2025)

Tren penurunan sudah terlihat sejak kuartal Q2 2024, dengan laba terus menurun sementara aset dan utang justru melonjak.

Kondisi Keuangan: Leverage Meningkat, Arus Kas Tertekan

Utang semakin besar:

  • Rasio utang terhadap ekuitas (DER) naik dari 0,21x (Q4 2024) menjadi 0,46x (Q4 2025)
  • Liabilitas total melonjak 112% dalam setahun menjadi Rp 19,6 triliun

Profitabilitas menurun:

  • ROE turun dari 35,3% menjadi 18,3% — masih cukup tinggi tapi trennya menurun cepat
  • ROA anjlok dari 25,6% menjadi 10,8%
  • Total asset turnover turun dari 0,55x menjadi 0,33x (aset kurang produktif)

Arus kas bermasalah:

  • Free cash flow negatif Rp -8,1 triliun karena belanja modal (capex) sangat besar
  • Arus kas operasi hanya Rp 2,96 triliun, tidak cukup untuk menutup belanja modal Rp 13,2 triliun
  • Rasio arus kas operasi terhadap investasi (OIR) hanya 0,22x — sangat rendah, menunjukkan ketergantungan pada pendanaan eksternal

Valuasi: Mahal Berdasarkan PER, Murah Berdasarkan PBV

PER saat ini 18x, jauh di atas rata-rata historis 9,6x — ini menunjukkan saham overvalued dibandingkan masa lalu.

PBV saat ini 3,1x, di bawah rata-rata historis 4,5x — menunjukkan saham undervalued dari sudut pandang nilai buku.

Analisis fair value sangat kontradiktif:

  • PER model: Fair value Rp 1.044 (harga saat ini overvalue 46,9%)
  • PBV model: Fair value Rp 2.894 (harga saat ini undervalue 47,3%)
  • ROE model: Fair value Rp 1.167 (overvalue 40,6%)

Ketidakkonsistenan ini menunjukkan ketidakpastian nilai wajar saham.

Kekuatan & Risiko Utama

Kekuatan:

  • Masih menghasilkan laba positif dengan margin bersih 27% — di atas rata-rata industri
  • Ekuitas besar (Rp 28,7 triliun), memberikan buffer keamanan finansial
  • Pertumbuhan aset tinggi (44%) bisa jadi investasi untuk ekspansi masa depan

Risiko Utama:

  • Tren profitabilitas turun drastis — semua margin menurun 8-12 poin persentase
  • Leverage naik cepat — DER 0,46x sudah masuk zona waspada
  • Arus kas negatif — capex besar belum menghasilkan pendapatan tambahan
  • Valuasi PER mahal — risiko penurunan harga jika kinerja terus menurun
  • Skor Piotroski hanya 4/9 — tidak memenuhi kriteria perusahaan berkualitas tinggi

Kesimpulan

ADMR sedang dalam fase pertumbuhan yang melambat dan profitabilitas yang menurun. Meski masih profitabel, tren fundamental menunjukkan peringatan kuat.

Investor harus waspada karena:

  1. Semua metrik profitabilitas utama terus menurun
  2. Utang naik tajam sementara arus kas operasi tidak cukup
  3. Valuasi PER saat ini terlalu mahal dibandingkan historis

Rekomendasi: TUNGGU DAN PANTAU. Pertimbangkan masuk jika ada tanda-tanda perbaikan:

  • Margin kembali meningkat
  • Pertumbuhan pendapatan positif kembali
  • DER mulai turun
  • Arus kas operasi bisa menutup capex

Saham ini lebih cocok untuk investor yang sudah memiliki risiko tinggi dan memahami siklus komoditas, bukan untuk investor awam yang mencari stabilitas.