Fitur baru: KSEI Ownership Analytics — cek kepemilikan emiten, investor, dan konglomerat. Coba sekarang →
Q1 2026

NELYPT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk

Kinerja Q1 2026 Menurun, NELY Mencatat Kerugian Bersih

Performa Keuangan Q1 2026

PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) mengalami tantangan berat pada kuartal pertama tahun 2026. Berikut adalah poin-poin utama dari laporan keuangan terbaru:

  • Pendapatan & Laba: Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 324,05 miliar, namun berbalik mencatat kerugian bersih sebesar Rp 5,75 miliar. Hal ini mencerminkan tekanan signifikan pada profitabilitas dibandingkan periode sebelumnya.
  • Margin Profitabilitas: Efisiensi operasional menurun drastis, terlihat dari gross profit margin (GPM) yang turun menjadi 11,7% dan operating profit margin (OPM) yang hanya mencapai 2,4%.
  • Kondisi Keuangan: Meskipun profitabilitas tertekan, posisi neraca relatif terjaga dengan Current Ratio sebesar 3,6x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang masih memadai dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
  • Arus Kas: Hal positif terlihat dari arus kas operasional yang tetap positif sebesar Rp 160 miliar, yang mengindikasikan bahwa meski secara akuntansi perusahaan merugi, bisnis intinya masih mampu menghasilkan kas.

Analisis Valuasi

  • Valuasi PBV: Saat ini perusahaan diperdagangkan pada Price to Book Value (PBV) sekitar 0,53x, yang berada di bawah rata-rata historisnya. Ini menunjukkan bahwa pasar saat ini melakukan undervalue terhadap aset perusahaan dibandingkan dengan nilai bukunya.
  • Valuasi PE: Rasio Price to Earnings (PER) menjadi negatif karena kerugian, sehingga valuasi berdasarkan laba tidak relevan untuk saat ini.

Kekuatan dan Risiko

  • Kekuatan:
    • Arus kas operasional tetap terjaga meski kinerja laba bersih turun.
    • Level utang (Debt to Equity Ratio) masih moderat di angka 0,22x, memberikan fleksibilitas keuangan bagi perusahaan.
  • Risiko:
    • Penurunan tajam dalam margin keuntungan mengindikasikan adanya kenaikan biaya atau tekanan harga jual yang intens.
    • Ketidakstabilan pertumbuhan laba bersih dalam 5 tahun terakhir menjadi catatan penting bagi investor jangka panjang.

Kesimpulan

NELY sedang berada dalam fase siklus bisnis yang menantang dengan penurunan kinerja fundamental pada Q1 2026. Fokus utama investor ke depan harus tertuju pada kemampuan manajemen untuk memulihkan margin keuntungan dan efisiensi operasional. Valuasi yang murah secara aset (PBV rendah) perlu diimbangi dengan perbaikan nyata pada profitabilitas di kuartal-kuartal mendatang agar prospek investasinya menjadi lebih menarik.