Fitur baru: KSEI Ownership Analytics — cek kepemilikan emiten, investor, dan konglomerat. Coba sekarang →
Q4 2025

WOMFPT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk

Laba Turun Tajam, Valuasi Murah tapi Kualitas Tergerus

Tren Utama: Profitabilitas Melemah Drastis

WOMF mengalami penurunan laba bersih tajam 46% menjadi Rp 143 miliar di Q4 2025 dari Rp 263 miliar di Q4 2024. Meski pendapatan stabil di kisaran Rp 2,2 triliun, ROE terjun dari 13,9% menjadi 7,2% dan margin laba bersih susut dari 12,1% ke 6,6%. Tren ini menunjukkan tekanan operasional yang serius.

Kekuatan Utama

• Tanpa Utang (DER = 0): Perusahaan punya neraca kuat tanpa beban bunga • Ekuitas Tumbuh: Modal sendiri naik 5% YoY ke Rp 1,98 triliun, mencerminkan akumulasi laba • Valuasi PBV Terlihat Murah: PBV 0,56x berada di bawah rata-rata historis 0,69x, menunjukkan harga di bawah nilai buku

Risiko Utama

• Arus Kas Operasional Negatif: Q4 2025 mencatat arus kas operasi minus Rp 252 miliar, kontras dengan laba positif (red flag kualitas earnings) • ROE Menurun: Turun dari level >10% ke 7,2%, di bawah standar investasi berkualitas • Earnings Tidak Konsisten: Pertumbuhan laba tak terprediksi, hanya 28% konsistensi dalam 5 tahun • FCF Yield Negatif: -24,6% menunjukkan perusahaan tak menghasilkan uang bebas

Insight Valuasi

PE ratio 7,8x mendekati rata-rata historis 6,9x, tak murah maupun mahal. Tapi PBV 0,56x menunjukkan potensi undervaluasi. Analisis guru menilai perusahaan sebagai "Slow Grower" dengan kualitas rendah (Piotroski F-Score hanya 3/9). Harga wajar berkisar Rp 281-1.871 menurut model berbeda, tapi margin of safety negatif (-12%) di model konservatif.

Kesimpulan

WOMF menawarkan valuasi PBV menarik dan neraca kuat tanpa utang, tapi fundamental sedang memburuk. Penurunan profitabilitas dan arus kas negatif adalah sinyal waspada. Cocok untuk investor turnaround dengan toleransi risiko tinggi, bukan untuk yang mencari bisnis berkualitas stabil. Fokus utama: pantau pemulihan arus kas dan stabilitas margin laba di kuartal-kuartal mendatang.